Minggu, 26 April 2020

Kontroversi Nasi Anjing


Pada hari ini masyarakat Indonesia khususnya umat muslim di Indonesia dikejutkan dengan fenomena pembagian nasi bungkus yang distempelkan simbol kepala anjing yang akhirnya menggegerkan masyarakat Indonesia. 

Mereka membagikan nasi bungkus berstempel kepala anjing tersebut kepada masyarakat yang kurang mampu yang membutuhkan, kepada fakir miskin untuk menolong mereka di tengah wabah korona ini. Akan tetapi reaksi masyarakat itu sangat beragam khususnya banyak sekali yang bereaksi keras ataupun tidak menyetujui pelabelan pelabelan nama anjing di nasi bungkus tersebut karena seperti yang kita ketahui sebagai umat Islam di Indonesia khususnya, anjing memiliki konotasi negatif dan umat muslim di Indonesia bahkan di dunia tidak boleh memakan anjing karena haram bahkan menyentuh bulunya saja, terkena air liurnya saja itu tidak diperbolehkan karena termasuk dalam najis yang sangat besar yaitu najis mughallazah sehingga banyak netizen yang menyayangkan penamaan label anjing di dalam nasi bungkus tersebut

Reaksinya pun cukup beragam. Owner-nya juga bilang seperti ini “ini kan cuman nasi anjing yang bersahabat dengan nasi kucing” tetapi harus perlu kita garis bawahi adalah budaya Indonesia adalah budaya campuran antara budaya Islam dengan budaya Nusantara itu sendiri dan konotasi kucing di Indonesia itu adalah positif, bagus tetapi konotasi anjing di masyarakat Indonesia khususnya orang beragama Islam itu negatif. 

Ownernya juga berkata bahwa penamaan nama anjing tersebut karena dari segi porsi nasi anjing jauh lebih banyak daripada nasi kucing sehingga nasi anjing itu isinya pun jauh lebih banyak lebih besar.

Tetapi di Yogyakarta sendiri nasi yang yang banyak isinya yang banyak porsinya itu disebut nasi macan bukan nasi anjing. Karena penamaan anjing tersebut itu berkonotasi negatif bukan positif.

Selain itu ownernya juga bilang bahwa anjing itu setia ia menggambarkan kesetiaan kepada Allah yang diatas, kepada pemerintah, kepada undang-undang dasar 1945, kepada Pancasila dan sebagainya akan tetapi dari segi diksi, nama hewan itu tidak diterima oleh masyarakat Indonesia yang notabenenya adalah umat muslim mayoritas dengan 90% masyarakat Indonesia itu merupakan beragama Islam dan penamaan nama anjing sendiri itu pada masyarakat Indonesia itu tidak tepat sehingga membuat reaksi negatif bahkan menyangka bahwa di dalam nasi bungkus itu berisi daging anjing walaupun sudah dikonfirmasi bahwa nasi anjing itu berisi orek tempe teri dan halal.

Selain itu di masyarakat Indonesia konotasi anjing itu memiliki dua makna yang pertama memang anjing itu sendiri yang kedua adalah ungkapan anjing dalam bentuk kekesalan

Misalnya sebagai contoh ungkapan kekesalan adalah misalnya kekasihku atau temanku seperti “anjing”. Yang di masuk “anjing” di sini itu bukanlah kesetiaan karena praktik penggunaan diksi “anjing” sendiri itu merupakan kiasan atau sarkasme yang berarti bentuk kekesalan kekasih atau teman bukan bentuk pujian walaupun menurut owner-nya bahwa anjing setia

Coba bayangkan saja jika kita memberikan “nasi sapi” kepada umat Hindu jelaslah umat Hindu pasti akan marah besar karena di dalam agama Hindu itu sendiri sapi sangat disucikan begitu juga dengan umat Islam di Indonesia yang sangat mengharamkan daging anjing walaupun penamaannya sekedar nama “anjing.”

Oleh karena itu kedepannya untuk orang yang menamai nasi bungkus ini adalah nasi anjing meskipun niatnya baik perlu kita apresiasi walaupun membuat keresahan pada masyarakat Indonesia yang sedang beribadah puasa di bulan suci Ramadan. Kedepannya pemilihan diksi yang tepat itu harus sesuai dengan budaya dan agama di indonesia yang mayoritas adalah agama Islam untuk mengurangi keresahan kegalauan kegelisahan. Mungkin penamaan nasi anjing kita bisa ganti dengan nasi berkah. 

Kamis, 01 Oktober 2015

Inspirasiku dalam Menulis

By Asep Reno

Agatha Christie, penulis novel fiksi criminal Inggris. Beliau telah menulis lebih dari 80 novel dan sandiwara teater yang berisikan kisah detektif dan misteri.[1] Buku-bukunya sangat fenomenal dan diterjemahkan lebih dari 2 miliar buku di seluruh dunia. Beliau adalah penulis dengan karyanya paling laku sepanjang sejarah.[2]

Saya terinspirasi menulis buku lebih tepatnya sebuah novel dari Beliau. Saya ingin sekali menjadi manusia yang bisa produktif dalam menulis sebuah buku hingga akhir hayat sekali. Dimulai dari sebuah tulisan ini semoga saja akan berlanjut sampai kematian menjemput.

Bukan hanya beliau saja inspirasiku. Imam Nawawi, beliaulah namanya. Penulis karya Riyadhus Salihin, Arba’in An-Nawawiyah, karya beliau yang paling fenomenal sepanjang masa. Semasa hidupnya, dia selalu menyibukkan diri menuntut ilmu, menulis kitab, menyebarkan ilmu, ibadah kepada Allah, selalu sabar atas segala cobaan yang diberikan oleh Allah.[3] Beliau banyak menggunakan waktu untuk menulis bahkan sering tidak tidur malam untuk mengerjakan apa yang beliau cintai.[4] Sepanjang hidupnya habis dalam menulis buku dan menuntut ilmu.

Dan masih banyak lagi seperti Nurcholish Madjid, Azyumardi Azra, Gus Dur, Imam Thabari.
Beliau adalah salah seorang ulama yang luar biasa. Bintang yang bersinar. Beliau adalah sosok guru yang dihabiskan waktunya untuk menulis dan berdiskusi. Selalu menulis sejak pagi hingga waktu ashar.[5] Hanya berhenti untuk sholat dan sedikit makan. Selepas isya, beliau melanjutkan lagi sampai larut malam untuk menulis.

Kitabnya yang paling monumental adalah Kitab Jami’ Al Bayan an Ta’wil Ayi Al Qur’an atau lebih dikenal Tafsir Ath Thabari yang beliau tulis dalam 26 Jilid. Subhanallah. Beliau sebelum menulis kitab ini sudah merencanakannya dengan matang, membuat outline, mengumpulkan referensi, meneliti, dan membandingkan referensi-referensi tersebut dan kemudian mengambil riwayat yang paling shohih.[6]

Banyak sekali inspirasiku dalam menulis. Menulis kitab dengan ikhlas dan namanya tetap harum walaupun sudah mati. Ilmunya senantiasa dipelajari jutaan manusia dan seluruh umat Islam sampai akhir zaman kelak. Memang para Imam-imam yang menghasilkan karya sudah mati secara fisik, tetapi sesungguhnya mereka hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki.[7] Bisa jadi, sesungguhnya kitalah yang “mati” meski fisik kita berkeliaran kesana-kemari tetapi sesungguhnya belum menghasilkan karya apapun untuk umat, kecuali sedikit saja yang rela menghabiskan waktunya untuk menulis dan berkarya.

Semoga diriku bisa konsisten menulis karya-karya dan buku-buku yang kelak bisa bermanfaat untuk banyak orang. Amiin.

Jumat, 25 April 2014

PREDATOR CILIK



Iklan rokok yang sering kulihat di TV sungguh membuatku ngeri. Dengan sebatang rokok, akan menimbulkan penyakit yang beragam. Jadi teringat dengan slogan “Merokok membunuhmu.” Aku jadi takut jika mencoba rokok. Tetapi anak muda tetaplah darah muda. Rasa ingin tahuku membuatku ingin sekali mencoba rokok walaupun hanya seisap saja. Apalagi ajakan teman-temanku yang menawariku untuk merokok membuat diriku tak tahan untuk merokok. Gejolak keinginan merokok atau tidak merokok menghantui pikiranku.
“Nih ambil aja, cuy!” Rio memberikan sebatang rokok di taman sekolah. Kami bersama teman-teman sedang nongkrong. Hampir semua teman-teman Andi merokok sambil minum kopi.
Aku menelan ludah. Ingin rasanya mengetahui bagaimana rasa rokok itu. Tapi lama kelamaan rasa penasaranku mengalahkan pendirianku.
“Sekali ini aja ya.” kataku
Aku segera mengambil korek dan membakar rokok tersebut. Entah kenapa aku tak canggung bagaimana cara merokok karena sering kali aku melihat teman-temanku merokok.
“Ayo cepet, cupu banget sih.”
Dengan terpaksa, aku mengisap batang rokok itu. Dan dari situlah awal mula penderitaan hidupku di mulai tiada henti. Dari awalnya coba-coba sampai kematian menggerogoti jiwaku.
------------------
Umurku sekarang 29 tahun. Rambutku sudah memutih. Jiwa mudaku pupus sudah. Rasa ingin tahuku  sudah tak ada lagi dalam diriku. Yang kuinginkan sekarang hanyalah bernapas lebih lama. Diriku sekarang sesak. Sulit bernafas.
Hari demi hari aku merasakan sakit yang amat dalam. Rokok memperlemah sistem kekebalan tubuhku. Rambutku sekarang rontok sedikit demi sedikit. Muka, badan, termasuk kulit kepala dan tanganku terdapat bintik-bintik merah yang aku sendiri takut jika melihatnya. Mulutku hitam, sariawan menggerogoti bibirku. Aku sering mengerang kesakitan sendiri di kamarku.
Apa yang terjadi  padaku Tuhan.
Batukku pun tak kunjung sembuh. Kondisiku memburuk. Aku stress menghadapi penyakit ini. Aku segera mengambil sepuntung rokok untuk menenangkan diriku. Tapi semakin aku merokok, batukku semakin menjadi-jadi. Oh Tuhan.
Gara-gara rokok, batukku semakin ganas. OH TIDAK. Batuk darah keluar dari mulutku. Aku ingin segera meminta tolong kepada Dokter Arya, (dokter pribadiku) untuk melihat kondisiku. Aku semakin kehilangan nafas. Sesak. Tubuhku kejang-kejang. Seluruh tulang dan otot tubuhku terasa lemah tak berdaya. Dada, pundak, punggung dan lenganku terasa sakit sekali.
Kupaksakan diriku untuk memencet nomor telepon Dokter Arya dengan terengah-engah. Dokter Arya datang. Melihat kondisiku yang semakin memburuk, dia tahu ajalku sudah tidak lama lagi. Sekalipun diriku dibawakan ke rumah sakit, aku tak akan bisa sembuh. Kanker paru-paru stadium 4 sudah seperti benalu pada hidupku. Tubuhku yang kurus kerempeng tinggal tulang dengan kanker mematikan menjalar dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kematian akan datang sebentar lagi. Mati di dalam penderitaan penuh penyakit ganas dan kronis. Mati dalam keadaan kulit keriput, kusam dan tidak segar.
“Maaf, aku tak bisa berbuat apa-apa lagi padamu.” Dokter Arya berkata dengan perasaan pasrah. Mukanya terlihat iba dan ketakutan melihat diriku. Ia seperti melihat penampakan Zombie yang menyeramkan, mengenaskan, menakutkan dalam diriku. Aku takut melihat diriku sendiri. Takut sekali. Aku ingin mati saja.
 Aku jadi teringat masa laluku. Awalnya aku coba-coba ingin merokok. Lama kelamaan zat nikotin membuatku candu untuk terus merokok. Aku bisa menghabiskan satu hingga dua bungkus rokok tiap hari. Aku menyesal kenapa aku tidak segera berhenti merokok. Lebih menyesal lagi, di akhir kematianku, aku bahkan masih mengambil sepuntung rokok untuk aku hisap. Rokok hanyalah sebuah benda kecil, tak bernyawa, tapi bagaikan predator cilik yang ganas dan membunuh para perokok secara perlahan. Kata orang, dia bisa menenangkan jiwa. Tapi, kenyataannya dia merenggut nyawaku secara perlahan.
Aku meneteskan air mata. Tak ada lagi yang bisa aku perjuangkan untuk hidup. Inilah jalan terakhir yang harus ku tempuh untuk menghilangkan rasa sakit ini. Dokter Arya segera memberiku racun sianida sesuai permintaanku di telepon. Aku segera meminum racun itu. 5 menit kemudian, tubuh bagaikan ZOMBIE ini akhirnya MATI.



Cerpen ini dibuat dalam rangka meramaikan Lomba Menulis "Diary Sang Zombigaret"  
www.facebook.com/zombigaret 
@zombigaret 
  



Rabu, 16 Mei 2012

PETUALANGAN DI PLANET BERLIAN


SINOPSIS


5 orang anak ditakdirkan Buku Masa Depan untuk mengalahkan Raja Segitiga Hitam, makhluk jahat yang menghancurkan kedamaian Planet Berlian. Mereka menerima Surat Undangan Kematian dari Raja Segitiga Hitam.

Surat Undangan Kematian

Pertama, datanglah kalian ke Kuburan Mengerikan
Kedua, datanglah kalian ke Pulau Hantu
Ketiga, datanglah kalian ke Lembah Neraka Padang Gurun Krakarom
Keempat, datanglah kalian ke Pusaran Meteor
Kelima, datanglah kalian ke Negeri Salju
Keenam, datanglah kalian ke Taman Nasional Hewan Purba
Ketujuh, datanglah kalian ke Danau Kantasuri
Kedelapan, datanglah kalian ke Jembatan Pelangi
Kesembilan, datanglah kalian ke Istana Awan
Kesepuluh, datanglah kalian ke Istana Air
Kesebelas, datanglah kalian ke Jurang Mematikan
Kedua belas, datanglah kalian ke Lembah Kegalauan
Ketiga belas, sampailah kalian di Istana Kabut

 Mereka sama sekali tak bisa menolak undangan kematian itu. Dengan keberanian yang sangat tinggi, dan ditemani dengan 8 orang penduduk Planet Berlian, mereka bersama-sama mengikuti Game Kematian Raja Segitiga Hitam. Ketika perjalanan, mereka harus melewati Kuburan Mengerikan tempat dimana Garis Start dimulai. Dan masih ada 12 tempat lagi yang harus mereka tempuh untuk tiba di Istana Kabut, istana kediaman Raja Segitiga Hitam.




Setiap tempat memiliki misteri dan teka-teki terselubung. Dan juga memiliki penjaga menakutkan yang siap membunuh mereka semua. Tak disangka-sangka satu demi satu mereka mati dalam perjalanan. Ternyata salah seorang dari ke-13 orang tersebut adalah jelmaan Raja Segitiga Hitam. “Reno berhati-hatilah kamu karena salah seorang dari kalian adalah orang munafik. Ia merupakan jelmaan Raja Segitiga Hitam. Ia seorang wanita.”
 Siapakah dia? Mengapa ia menyamar? Apa tujuannya? Berhasilkah mereka semua mengalahkan Raja Segitiga Hitam dan membawa kedamaian di Planet Berlian.
Sebuah novel penggabungan fiksi fantasi ilmu pengetahuan, misteri, thriller, horror dan detektif dengan ending yang mengejutkan

Sabtu, 11 Juni 2011

Muhammad dan Jibril

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair berkata, Telah menceritakan kepada
kami dari Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dari 'Urwah bin Az Zubair dari Aisyah -Ibu Kaum
Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah
Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi
kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di
malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya
guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui
Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro,
Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku
sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku
tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian
melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca".
Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat
lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang
Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan
Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada
keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui
Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti
hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada
Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak
akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung
silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin
Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa
Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa
Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata:
"Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu
ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh
berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai
seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu".
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh
menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa
yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu,
pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa
yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh
(kekosongan) wahyu. Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin
Abdurrahman bahwa Jabir bin Abdullah Al Anshari bertutur tentang kekosongan wahyu,
sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan
aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang
pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun
ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala
menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhalaberhala
tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadits ini juga
diriwayatkan oleh Abdullah bin Yusuf dan Abu Shalih juga oleh Hilal bin Raddad dari Az Zuhri.
Dan Yunus berkata; dan Ma'mar menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.(Shahih Bukhari nomor 3)

Kesabaran Nabi Musa

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Muhammad berkata, telah
menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami 'Amru berkata, telah
mengabarkan kepadaku Sa'id bin Jubair berkata, aku berkata kepada Ibnu 'Abbas,
"Sesungguhnya Nauf Al Bakali menganggap bahwa Musa bukanlah Musa Bani Isra'il, tapi
Musa yang lain." Ibnu Abbas lalu berkata, "Musuh Allah itu berdusta, sungguh Ubay bin Ka'b
telah menceritakan kepada kami dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Musa Nabi Allah
berdiri di hadapan Bani Isra'il memberikan khutbah, lalu dia ditanya: "Siapakah orang yang
paling pandai?" Musa menjawab: "Aku." Maka Allah Ta'ala mencelanya karena dia tidak
diberi pengetahuan tentang itu. Lalu Allah Ta'ala memahyukan kepadanya: "Ada seorang
hamba di antara hamba-Ku yang tinggal di pertemuan antara dua lautan lebih pandai
darimu." Lalu Musa berkata, "Wahai Rabb, bagaimana aku bisa bertemu dengannya?" Maka
dikatakan padanya: "Bawalah ikan dalam keranjang, bila nanti kamu kehilangan ikan itu,
maka itulah petunjuknya." Lalu berangkatlah Musa bersama pelayannya yang bernama
Yusya' bin Nun, dan keduanya membawa ikan dalam keranjang hingga keduanya sampai
pada batu besar. Lalu keduanya meletakkan kepalanya di atas batu dan tidur. Kemudian
keluarlah ikan itu dari keranjang (lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu) '
(Qs. Al Kahfi: 61). Kejadian ini mengherankan Musa dan muridnya, maka keduanya
melanjutkan sisa malam dan hari perjalannannya. Hingga pada suatu pagi Musa berkata
kepada pelayannya, '(Bawalah kemari makanan kita, sesungguhnya kita telah merasa lelah
karena perjalanan kita ini) ' (Qs. Al Kahfi: 62). Musa tidak merasakan kelelahan kecuali
setelah sampai pada tempat yang dituju sebagaimana diperintahkan. Maka muridnya
berkata kepadanya: '(Tahukah kamu ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi?
Sesungguhnya aku lupa menceritakan ikan itu. Dan tidaklah yang melupakan aku ini kecuali
setan) ' (Qs. Al Kahfi: 63). Musa lalu berkata: '(Itulah tempat yang kita cari. Lalu keduanya
kembali mengikuti jejak mereka semula) ' (Qs. Al Kahfi: 64). Ketika keduanya sampai di batu
tersebut, didapatinya ada seorang laki-laki mengenakan pakaian yang lebar, Musa lantas
memberi salam. Khidlir lalu berkata, "Bagaimana cara salam di tempatmu?" Musa
menjawab, "Aku adalah Musa." Khidlir balik bertanya, "Musa Bani Isra'il?" Musa menjawab,
"Benar." Musa kemudian berkata: '(Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan
kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?) ' Khidlir
menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama Aku) ' (Qs. Al
Kahfi: 66-67). Khidlir melanjutkan ucapannya, "Wahai Musa, aku memiliki ilmu dari ilmunya
Allah yang Dia mangajarkan kepadaku yang kamu tidak tahu, dan kamu juga punya ilmu yang
diajarkan-Nya yang aku juga tidak tahu." Musa berkata: '(Insya Allah kamu akan mendapati
aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun) '
(Qs. Al Kahfi: 69). Maka keduanya berjalan kaki di tepi pantai sementara keduanya tidak
memiliki perahu, lalu melintaslah sebuah perahu kapal. Mereka berbicara agar orang-orang
yang ada di perahu itu mau membawa keduanya. Karena Khidlir telah dikenali maka mereka
pun membawa keduanya dengan tanpa bayaran. Kemudian datang burung kecil hinggap di
sisi perahu mematuk-matuk di air laut untuk minum dengan satu atau dua kali patukan.
Khidlir lalu berkata, "Wahai Musa, ilmuku dan ilmumu bila dibandingkan dengan ilmu Allah
tidaklah seberapa kecuali seperti patukan burung ini di air lautan." Kemudian Khidlir sengaja
mengambil papan perahu lalu merusaknya. Musa pun berkata, "Mereka telah membawa kita
dengan tanpa bayaran, tapi kenapa kamu merusaknya untuk menenggelamkan
penumpangnya?" Khidlir berkata: '(Bukankah aku telah berkata, "Sesungguhnya kamu sekalikali
tidak akan sabar bersama dengan aku) ' Musa menjawab: '(Janganlah kamu menghukum
aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan
dalam urusanku) ' (Qs. Al Kahfi: 72-73). Kejadian pertama ini karena Musa terlupa. Kemudian
keduanya pergi hingga bertemu dengan anak kecil yang sedang bermain dengan dua
temannya. Khidlir lalu memegang kepala anak itu, mengangkat dan membantingnya hingga
mati. Maka Musa pun bertanya: '(Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan
karena dia membunuh orang lain?) ' (Qs. Al Kahfi: 74). Khidlir menjawab: '(Bukankah sudah
kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?) ' (Qs.
Al Kahfi: 75). Ibnu 'Uyainah berkata, "Ini adalah sebuah penegasan. '(Maka keduanya
berjalan hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta
dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka.
Kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh.
Maka Khidlir menegakkan dinding itu) ' (Qs. Al Kahfi: 77). Rasulullah meneruskan ceritanya:
"Khidlir melakukannya dengan tangannya sendiri. Lalu Musa berkata, '(Jikalau kamu mau,
niscaya kamu mengambil upah untuk itu. Khidlir menjawab, "Inilah saat perpisahan antara
aku dan kamu) ' (Qs. Al Kahfi: 77-78). Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semoga
Allah merahmati Musa. Kita sangat berharap sekiranya Musa bisa sabar sehingga akan
banyak cerita yang bisa kita dengar tentang keduanya."(Shahih Bukhari nomor 119)

Mulianya Keimanan


Ketika utusan Abu Qais datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Beliau
bertanya kepada mereka: "Kaum manakah ini atau utusan siapakah ini? Mereka menjawab:
"Rabi'ah!" Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "selamat datang wahai para utusan
dengan sukarela dan tanpa menyesal". para utusan itu berkata: "ya Rasulullah, kami tidak
dapat mendatangimu kecuali di bulan suci, karena antara kami dan engkau ada suku Mudlor
yang kafir. Oleh karena itu ajarkanlah kami dengan satu pelajaran yang jelas yang dapat kami amalkan dan dapat kami ajarkan kepada orang-orang di kampung kami, yang dengan begitu  kami dapat masuk surga." kemudian mereka bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam tentang minuman, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan mereka
dengan empat hal dan melarang dari empat hal, memerintahkan mereka untuk beriman
kepada Allah satu-satunya, kemudian bertanya: "Tahukah kalian apa arti beriman kepada
Allah satu-satunya?" Mereka menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Persaksian tidak ada ilah kecuali Allah dan bahwa
Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada
bulan Ramadlan dan mengeluarkan seperlima dari harta rampasan perang". Dan Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam melarang mereka dari empat perkara, yaitu janganlah kalian
meminum sesuatu dari al hantam, ad Dubbaa`, an naqir dan al Muzaffaat. Atau Beliau
shallallahu 'alaihi wasallam menyebut muqoyyir (bukan naqir). Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "jagalah semuanya dan beritahukanlah kepada orang-orang di kampung
kalian".(Shahih Bukhari no. 51)

Penjelasan : 

Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita suatu arti beriman kepada Allah satu-satunya.
Pertama:Syahadat yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Subhanallah. Allah merupakan Tuhan Yang Maha Besar dan hanya Allah saja yang patut untuk disembah bukan yang lain. Allah telah menciptakan kita dari setetes air yang hina berubah menjadi insan yang sempurna. Allah telah menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu yang berasal dari tanah. Allahu Akbar. Adakah di dunia ini orang yang mampu menciptakan seorang manusia dari tanah. Adakah di dunia ini yang mampu menciptakan nyawa kehidupan untuk manusia. Adakah di dunia yang mampu menciptakan triluyan sel yang ada di tubuh manusia. Tidak ada satupun orang di muka bumi yang dapat menciptakan keindahan manusia kecuali Allah Azza Wajalla. Lalu apa yang harus kita lakukan?
Syukurilah apa yang telah Allah beri kepada kita. Jangan banyak mengeluh kepada Tuhan apalagi bila engkau sampai kufur akan nikmat Allah karena apabila lautan menjadi tinta dan pohon menjadi pena maka kita tak akan mampu menuliskan besarnya nikmat Allah SWT. Ya Allah hamba bersyukur karena Engkau telah menciptakan diriku dan kalian di muka bumi ini untuk menjadi hamba yang selalu rindu dan mencintai-Mu ya Allah. Ucapkanlah bersama-sama Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Siapakah di dunia makhluk Allah yang paling banyak memuji Allah SWT? Siapakah di dunia ini yang selalu mengingat Allah kapanpun dimanapun bahkan dalam keadaan tidur sekalipun. Siapakah di muka bumi ini yang wajahnya bercahaya



Kedua: Mendirikan sholat fardhu merupakan rukun Islam yang ke-2. Kita mendirikan sholat fadhu lima kali dalam sehari. Maka kerjakan sholat fardhu tersebut karena akan menuntunmu ke surga kelak. Karena sesungguhnya sholat fardhu tersebut mencegah perbuatan keji dan munkar. Aduhai Ya Allah diriku rindu dengan surga-Mu maka aku inging masuk kedalam surgamu Ya Allah.

Ketiga: Membayar zakat merupakan rukun Islam yang ke-3. Zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Wajib bagi kita apabila sudah memenuhi persyaratan. Fungsi zakat yaitu untuk mensucikan hati, pikiran dan harta kita dari hal-hal kotor. Selain itu zakat dapat menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan dari kita.

Keempat: Puasa merupakan rukun Islam yang ke-4. Puasa adalah menahan makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa dapat membuat diri kita sehat. Puasa ada wajib dan ada sunnah. Puasa melatih diri kita bersabar dalam menjalani hidup dan membuat kita lebih kasih dan sayang kepada orang miskin karena ia tahu bagaimana rasanya menahan lapar.

Kelima: Mengeluarkan seperlima harta rampasan perang. Mohon maaf saya belum mampu untuk menjelaskannya karena belum paham mengenai masalah perang.

Itulah kelima hal yang dapat membuat kita dapat merasakan manisnya surga dan indahnya Tuhan Semesta Alam. Semoga kita dikumpulkan bersama orang-orang yang beriman, bertaqwa dan beramal sholeh. Amiin. Allahumma Amiin.

Kesaksian Raja Heraclius Mengenai Islam

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman Al Hakam bin Nafi' dia berkata, telah

mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Ubaidullah

bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud bahwa Abdullah bin 'Abbas telah mengabarkan

kepadanya bahwa Abu Sufyan bin Harb telah mengabarkan kepadanya; bahwa Heraclius

menerima rombongan dagang Quraisy, yang sedang mengadakan ekspedisi dagang ke

Negeri Syam pada saat berlakunya perjanjian antara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan

Abu Sufyan dan orang-orang kafir Quraisy. Saat singgah di Iliya' mereka menemui Heraclius

atas undangan Heraclius untuk di diajak dialog di majelisnya, yang saat itu Heraclius bersama

dengan para pembesar-pembesar Negeri Romawi. Heraclius berbicara dengan mereka

melalui penerjemah. Heraclius berkata; "Siapa diantara kalian yang paling dekat hubungan

keluarganya dengan orang yang mengaku sebagai Nabi itu?." Abu Sufyan berkata; maka aku

menjawab; "Akulah yang paling dekat hubungan kekeluargaannya dengan dia". Heraclius

berkata; "Dekatkanlah dia denganku dan juga sahabat-sahabatnya." Maka mereka

meletakkan orang-orang Quraisy berada di belakang Abu Sufyan. Lalu Heraclius berkata

melalui penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku bertanya kepadanya tentang lelaki

yang mengaku sebagai Nabi. Jika ia berdusta kepadaku maka kalian harus

mendustakannya."Demi Allah, kalau bukan rasa malu akibat tudingan pendusta yang akan

mereka lontarkan kepadaku niscaya aku berdusta kepadanya." Abu Sufyan berkata; Maka

yang pertama ditanyakannya kepadaku tentangnya (Nabi shallallahu 'alaihi wasallam)

adalah: "bagaimana kedudukan keturunannya ditengah-tengah kalian?" Aku jawab: "Dia adalah

dari keturunan baik-baik (bangsawan) ". Tanyanya lagi: "Apakah ada orang lain yang pernah

mengatakannya sebelum dia?" Aku jawab: "Tidak ada". Tanyanya lagi: "Apakah bapaknya

seorang raja?" Jawabku: "Bukan". Apakah yang mengikuti dia orang-orang yang terpandang

atau orang-orang yang rendah?" Jawabku: "Bahkan yang mengikutinya adalah orang-orang

yang rendah". Dia bertanya lagi: "Apakah bertambah pengikutnya atau berkurang?" Aku

jawab: "Bertambah". Dia bertanya lagi: "Apakah ada yang murtad disebabkan dongkol

terhadap agamanya?" Aku jawab: "Tidak ada". Dia bertanya lagi: "Apakah kalian pernah

mendapatkannya dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya itu?" Aku

jawab: "Tidak pernah". Dia bertanya lagi: "Apakah dia pernah berlaku curang?" Aku jawab:

"Tidak pernah. Ketika kami bergaul dengannya, dia tidak pernah melakukan itu". Berkata

Abu Sufyan: "Aku tidak mungkin menyampaikan selain ucapan seperti ini". Dia bertanya lagi:

"Apakah kalian memeranginya?" Aku jawab: "Iya". Dia bertanya lagi: "Bagaimana kesudahan

perang tersebut?" Aku jawab: "Perang antara kami dan dia sangat banyak. Terkadang dia

mengalahkan kami terkadang kami yang mengalahkan dia". Dia bertanya lagi: "Apa yang

diperintahkannya kepada kalian?" Aku jawab: "Dia menyuruh kami; 'Sembahlah Allah

dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan tinggalkan apa yang dikatakan

oleh nenek moyang kalian. ' Dia juga memerintahkan kami untuk menegakkan shalat,

menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim". Maka

Heraclius berkata kepada penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku telah bertanya

kepadamu tentang keturunan orang itu, kamu ceritakan bahwa orang itu dari keturunan

bangsawan. Begitu juga laki-laki itu dibangkitkan di tengah keturunan kaumnya. Dan aku

tanya kepadamu apakah pernah ada orang sebelumnya yang mengatakan seperti yang

dikatakannya, kamu jawab tidak. Seandainya dikatakan ada orang sebelumnya yang

mengatakannya tentu kuanggap orang ini meniru orang sebelumnya yang pernah

mengatakan hal serupa. Aku tanyakan juga kepadamu apakah bapaknya ada yang dari

keturunan raja, maka kamu jawab tidak. Aku katakan seandainya bapaknya dari keturunan

raja, tentu orang ini sedang menuntut kerajaan bapaknya. Dan aku tanyakan juga kepadamu

apakah kalian pernah mendapatkan dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang

dikatakannya, kamu menjawabnya tidak. Sungguh aku memahami, kalau kepada manusia

saja dia tidak berani berdusta apalagi berdusta kepada Allah. Dan aku juga telah bertanya

kepadamu, apakah yang mengikuti dia orang-orang yang terpandang atau orang-orang yang

rendah?" Kamu menjawab orang-orang yang rendah yang mengikutinya. Memang mereka

itulah yang menjadi para pengikut Rasul. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah

bertambah pengikutnya atau berkurang, kamu menjawabnya bertambah. Dan memang

begitulah perkara iman hingga menjadi sempurna. Aku juga sudah bertanya kepadamu

apakah ada yang murtad disebabkan marah terhadap agamanya. Kamu menjawab tidak ada.

Dan memang begitulah iman bila telah masuk tumbuh bersemi di dalam hati. Aku juga sudah

bertanya kepadamu apakah dia pernah berlaku curang, kamu jawab tidak pernah. Dan

memang begitulah para Rasul tidak mungkin curang. Dan aku juga sudah bertanya

kepadamu apa yang diperintahkannya kepada kalian, kamu jawab dia memerintahkan kalian

untuk menyembah Allah dengan tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun, dan

melarang kalian menyembah berhala, dia juga memerintahkan kalian untuk menegakkan

shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim.

Seandainya semua apa yang kamu katakan ini benar, pasti dia akan menguasai kerajaan yang

ada di bawah kakiku ini. Sungguh aku telah menduga bahwa dia tidak ada diantara kalian

sekarang ini, seandainya aku tahu jalan untuk bisa menemuinya, tentu aku akan berusaha

keras menemuinya hingga bila aku sudah berada di sisinya pasti aku akan basuh kedua

kakinya. Kemudian Heraclius meminta surat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang

dibawa oleh Dihyah untuk para Penguasa Negeri Bashrah, Maka diberikannya surat itu

kepada Heraclius, maka dibacanya dan isinya berbunyi: "Bismillahir rahmanir rahim. Dari

Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya untuk Heraclius. Penguasa Romawi, Keselamatan

bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Kemudian daripada itu, aku mengajakmu dengan seruan

Islam; masuk Islamlah kamu, maka kamu akan selamat, Allah akan memberi pahala

kepadamu dua kali. Namun jika kamu berpaling, maka kamu menanggung dosa rakyat kamu,

dan: Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada

perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita

persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian

yang lain sebagai Rabb selain Allah". Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada

mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."

Abu Sufyan menuturkan: "Setelah Heraclius menyampaikan apa yang dikatakannya dan

selesai membaca surat tersebut, terjadilah hiruk pikuk dan suara-suara ribut, sehingga

mengusir kami. Aku berkata kepada teman-temanku setelah kami diusir keluar; "sungguh dia

telah diajak kepada urusan Anak Abu Kabsyah. Heraclius mengkhawatirkan kerajaan

Romawi."Pada masa itupun aku juga khawatir bahwa Muhammad akan berjaya, sampai

akhirnya (perasaan itu hilang setelah) Allah memasukkan aku ke dalam Islam. Dan adalah

Ibnu An Nazhur, seorang Pembesar Iliya' dan Heraclius adalah seorang uskup agama

Nashrani, dia menceritakan bahwa pada suatu hari ketika Heraclius mengunjungi Iliya' dia

sangat gelisah, berkata sebagian komandan perangnya: "Sungguh kami mengingkari

keadaanmu. Selanjutnya kata Ibnu Nazhhur, "Heraclius adalah seorang ahli nujum yang

selalu memperhatikan perjalanan bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan para

pendeta yang bertanya kepadanya; "Pada suatu malam ketika saya mengamati perjalanan

bintang-bintang, saya melihat raja Khitan telah lahir, siapakah di antara ummat ini yang di

khitan?" Jawab para pendeta; "Yang berkhitan hanyalah orang-orang Yahudi, janganlah anda

risau karena orang-orang Yahudi itu. Perintahkan saja keseluruh negeri dalam kerajaan anda,

supaya orang-orang Yahudi di negeri tersebut di bunuh." Ketika itu di hadapakan kepada

Heraclius seorang utusan raja Bani Ghasssan untuk menceritakan perihal Rasulullah

shallallahu 'alaihi wasallam, setelah orang itu selesai bercerita, lalu Heraclius memerintahkan

agar dia diperiksa, apakah dia berkhitan ataukah tidak. Seusai di periksa, ternyata memang

dia berkhitam. Lalu di beritahukan orang kepada Heraclius. Heraclius bertanya kepada orang

tersebut tentang orang-orang Arab yang lainnya, di khitankah mereka ataukah tidak?" Dia

menjawab; "Orang Arab itu di khitan semuanya." Heraclius berkata; 'inilah raja ummat,

sesungguhnya dia telah terlahir." Kemudian heraclisu berkirim surat kepada seorang

sahabatnya di Roma yang ilmunya setarf dengan Heraclisu (untuk menceritakan perihal

kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam). Sementara itu, ia meneruskan

perjalanannya ke negeri Himsha, tetapi sebelum tiba di Himsha, balasan surat dari

sahabatnya itu telah tiba terlebih dahulu. Sahabatnya itu menyetujui pendapat Heraclius

bahwa Muhammad telah lahir dan bahwa beliau memang seorang Nabi. Heraclius lalu

mengundang para pembesar Roma supaya datang ke tempatnya di Himsha, setelah

semuanya hadir dalam majlisnya, Heraclius memerintahkan supaya mengunci semua pintu.

Kemudian dia berkata; 'Wahai bangsa rum, maukah anda semua beroleh kemenangan dan

kemajuan yang gilang gemilang, sedangkan kerajaan tetap utuh di tangan kita? Kalau mau,

akuilah Muhammad sebagai Nabi!." Mendengar ucapan itu, mereka lari bagaikan keledai

liar, padahal semua pintu telah terkunci. Melihat keadaan yang demikian, Heraclius jadi

putus harapan yang mereka akan beriman (percaya kepada kenabian Muhammad). Lalu di

perintahkannya semuanya untuk kembali ke tempatnya masing-masing seraya berkata;

"Sesungguhnya saya mengucapkan perkataan saya tadi hanyalah sekedar menguji keteguhan

hati anda semua. Kini saya telah melihat keteguhan itu." Lalu mereka sujud di hadapan

Heraclius dan mereka senang kepadanya. Demikianlah akhir kisah Heraclius. Telah di

riwayatkan oleh Shalih bin Kaisan dan Yunus dan Ma'mar dari Az Zuhri. (Shahih Bukhari nomor 6)

Selasa, 07 Juni 2011

Cahaya Kejujuran


Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya kejujuran akan menuntun seseorang menuju kebaikan, dan kebaikan akan menuntun seseorang menuju surga” (HR. Bukhori)

Penjelasan:

Sesungguhnya kejujuran merupakan akhlak terpuji dalam Islam. Barangsiapa yang selalu jujur dalam hidupnya maka kejujuran tersebut akan menuntunnya menuju kebaikan. Seseorang yang senantiasa jujur dalam kesehariannya maka orang lain pun akan menyenangi tingkah lakunya. Kita lihat akhlak Nabi Muhammad SAW. Semasa hidupnya ia selalu bersikap jujur baik lisan maupun dari hatinya dan perilakunya. Bahkan ia digelari Al-Amiin. Orang yang paling jujur di muka bumi. 

Karena berkat kejujuran sayyidina Muhammad SAW, agama Islam dapat berkembang sangat cepat dari dulu hingga sekarang. Sedikitpun tidak ada tampang pendusta di wajah Nabi. Maka masyarakat pun percaya akan risalah yang Nabi sampaikan kepada umat manusia.

Kejujuran akan mengangkat derajat manusia dihadapan Sang Khaliq. Siapakah di dunia ini yang tidak ingin masuk surga akibat kejujuran? Saya yakin semua orang pasti akan mau masuk surga jikalau dia mau mengamalkan ajaran Nabi yang mulia ini.

Alkisah dulu, Syaikh Abdul Qadir Jailani dalam rangka menuntut ilmu ketika masih muda ditodong oleh para perampok. Para perampok tersebut selalu merampas harta orang lain dengan sangat keji. Ketika perampok terebut merampok harta Syaikh tersebut mereka berkata “Dimana harta yang kamu bawa”. Syaikh tersebut menjawab dengan polos dan jujur “Di bawah kantung ketiak diriku.” Karena perompak tersebut keheranan maka syaikh tersebut dibiarkan pergi begitu saja. Kejadian tersebut berlangsung berulang kali hingga perompak tersebut menyelidiki benarkah apa yang ia katakan. Alhasil didapatkan uang di bawah ketiak Syaikh tersebut. Maka perompak tersebut bertaubat kepada Allah karena dosa-dosa yang telah mereka lakukan melalui kejujuran Syaikh Abdul Qadir Jailani tersebut yang sangat menggugah iman kita untuk senantiasa bertasbih kepada Sang Ilahi. 

Subhanallah begitu dahsyatnya orang yang dalam hidupnya selalu jujur kepada Allah. Ia sediktpun tak ada rasa ingin berdusta karena ia tahu dusta akan membawa dia ke neraka. Maka ayo sama-sama kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW senantiasa bersikap jujur baik dalam tingkah laku kita maupun dalam lisan kita. Barangsiapa yang berusaha mengangkat jiwa dan dirinya maka hendaklah ia membiasakan sikap jujur di dalam dirinya sehingga dirinya akan memiliki karakter yang kuat. Semoga kita dikumpulkan di surga kelak. Amiin. Allahumma Amiin.